Berawal dari Blog, Bersua di Semarang

Sejak mulai aktif menulis sebagai blogger di awal tahun 2017 ini, aku mengenal beberapa teman baru. Mereka sering mampir di blogku, membaca tulisanku, dan tak lupa meninggalkan komentar berupa apresiasi atau juga kritikan. Walaupun aku dan mereka tak pernah bertemu secara tatap muka, tetapi entah mengapa ada rasa akrab yang terbangun.

Di libur akhir pekan yang lalu, aku mendapatkan sebuah kesempatan yang istimewa. Dalam perjalanan menuju Temanggung dari Jakarta, aku singgah sejenak di Semarang. Seorang blogger pemilik akun Ruangsore.com bernama Mas Joe mengajakku bertemu. “Mas kalau ke Semarang ayo ketemuan,” tulisnya singkat di aplikasi pesan instan. Mulanya aku sempat ragu. Pertama, aku tidak ingin berlama-lama di Semarang karena ingin segera tiba di Temanggung. Kedua, aku juga tidak ingin merepotkan orang lain. Tapi, setelah dipikir-pikir lagi, tidak ada salahnya untuk mengiyakan dan bertemu barang sejenak. Siapa tahu dari pertemuan singkat ini Mas Joe bisa mentransfer sedikit ilmunya buatku.

Jam enam pagi, tatkala kereta api Tawang Jaya merapat di Stasiun Poncol, aku melanjutkan perjalanan menuju Kota Lama menggunakan jasa ojek daring. Walaupun sudah beberapa kali ke Semarang, tapi kawasan Kota Lama adalah tempat yang asing buatku. Aku belum pernah mengunjungi Kota Lama. Tatkala sopir ojek bertanya tempat spesifik mana yang ingin kutuju, aku menggeleng tak tahu. Berdasarkan sarannya, kemudian aku diturunkan di depan Gereja Blenduk.

Semalam sebelumnya, saat aku masih duduk di kereta, aku dan Mas Joe lupa bertanya tempat persis di mana kita akan bertemu. Pokoknya hanya di Kota Lama, titik. Tapi, entah mengapa, seperti sudah saling janjian, saat aku tiba di Gereja Blenduk, tak lama sesosok lelaki berperawakan kurus dan berbaju hijau muncul. Sambil berjalan, ada senyum merekah di wajahnya. Tidak salah lagi, ini pasti Mas Joe, pikirku.

Piye mas perjalanan dari Jakarta?” tanyanya sambil menjabat tanganku.

“Lancar mas. Gak telat, cuma keretanya penuh. Penumpang sebelahku tidurnya makan tempat jadi bikin badan sakit.”

Sepenggal Kota Lama kala pagi hari menyapa
Dinding bangunan tua nan rapuh tetapi eksotis

Bermula dari sekadar basa basi, obrolan kami mulai menghangat. Sembari meniti pembicaraan, kami berkeliling kawasan Kota Lama dengan berjalan kaki. Di gang-gang kota yang sempit dan sunyi kami saling berbagi cerita. Mas Joe bercerita tentang pekerjaannya di kawasan pelabuhan Tanjung Mas, dan aku bercerita tentang kesukaanku wara-wiri tiap bulan menaiki kereta api.

Sambil kami bercerita, aku jadi teringat akan sebuah teori komunikasi yang dulu pernah dipelajari di bangku kuliah. Uncertainty Reduction Theory, atau teori pengurangan ketidakpastian. Salah satu asumsi teori itu mengatakan bahwa ketika dua orang yang tidak saling mengenal bertemu, ada rasa enggan yang terjadi di kedua belah pihak. Biasanya, rasa enggan ini akan sirna tatkala ada pembicaraan yang dimulai. Pembicaraan akan menjadi akrab apabila ada kesamaan antar dua lawan bicara.

Teori ini ada benarnya juga. Aku dan Mas Joe baru mengenal beberapa bulan belakangan ini, itupun hanya via Internet. Tetapi, ada tiga hal yang bisa membuat kami segera akrab, yaitu jalan-jalan, menulis, dan tentunya adalah kereta api! Baik aku dan Mas Joe, kami berdua sama-sama penikmat kereta api, tapi karena budget kami yang merakyat, kereta kelas eksekutif jauh dari agenda kami.

Suasana pagi nan sepi di Kota Lama Semarang
Akar pohon yang tumbuh merambat di dinding sebuah rumah tua

Karena insting traveling dan kecintaannya akan kereta api, Mas Joe pernah melakoni perjalanan panjang menjelajah ke timur pulau Jawa. Dari Semarang, dia bertolak menuju Yogyakarta. Kemudian, dari Yogyakarta dia menaiki kereta api Sri Tanjung ke Banyuwangi selama 16 jam. Setelah tiba di Banyuwangi, rasa penasarannya akan berkereta ke timur pun terbayar sudah, lalu dia kembali ke Semarang.

Senada dengan Mas Joe, aku pun serupa. Sekali sebulan, aku selalu melewatkan dua malam di atas kereta api ekonomi. Kata orang-orang aktivitasku ini cukup gila dan buang uang. Tapi, buatku ini adalah aktivitas paling mengasyikkan. Duduk tegak di atas kereta ekonomi selama 10 jam memang membuat pegal, tapi selalu menyajikan cerita. Entah aku bertemu dengan teman baru, atau sekadar duduk dan mendegar deru roda kereta pun aku sudah senang.

Cerita tentang kereta api, tulis-menulis, dan jalan-jalan menjadi perekat yang ampuh untuk dua manusia kurus yang pagi-pagi berkeliling Semarang. Pertemuan singkat dengan Mas Joe, selain mengisi buku harianku dengan cerita yang mengasyikkan, juga mengisi kantong semangatku untuk lebih giat bekerja supaya bisa menjelajah lebih sering dan luas.

Menjelang pukul sembilan, kami menutup perjalanan dengan menyantap dua mangkok soto hangat di depan Stasiun Tawang. Hangatnya kuah soto segera memenuhi lambung kami yang kosong. Hari ini aku bersyukur boleh diberikan kesempatan untuk bertemu dengan teman baru. Aku percaya bahwa hidup ini tidak akan asyik jika hanya dinikmati sendiri. Dengan bertemu orang-orang baru, selalu ada cerita menarik yang bisa aku terima dan bagikan. 

Pertemuan pagi ini di Semarang adalah babak awal dari petualangan baru yang akan segera dimulai. Kelak, apabila kami diberikan kesempatan untuk bertemu kedua kalinya, kami akan kembali menjelajah, menelaah sudut-sudut kota yang sarat makna namun luput dari lirikan manusia-manusia modern.

 

Semarang, 1 September 2017.

 

Iklan

21 thoughts on “Berawal dari Blog, Bersua di Semarang

  1. Dua manusia kurus🙈

    Terimakasih ya udh disempetin ketemu sebentar. Makanya aku minta pagi aja setelah landing di Poncol.

    Pertama baca jalancerita.com entah kenapa aku kerasa nyambung dg ceritanya. Eh gataunya penulisnya juga wkwkwk.

    Perjalanan selalu mempertemukan dg banyak orang, termasuk mas ari. Aku pun belajar banyak mas, dari apa yg anda ceritakan disini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s