Air Terjun Kembang Soka: Sensasi Segarnya Mandi di Air Kapur

Setelah melewatkan 9 jam perjalanan di atas kereta api ekonomi Progo, tibalah aku di stasiun Lempuyangan. Walaupun di kereta sempat tertidur sejenak, tapi rasa kantuk sepertinya masih enggan beranjak dari kepala. Dari Lempuyangan, perjalanan panjang masih berlanjut. Destinasi hari itu adalah menjelajah Kulonprogo untuk menceburkan diri di air sungai yang segar.

Pukul 08:00, setelah mendapatkan sewaan sepeda motor di kawasan Babarsari, bersama dengan dua orang temanku, kami meninggalkan kota Jogja ke arah barat. Tujuan kami hari itu adalah Air Terjun Kembang Soka, salah satu dari sekian banyak objek wisata anyar yang namanya terkenal berkat unggahan para pengunjung di media sosial.

Jauh sebelum kedatanganku hari itu ke Kulonprogo, kabupaten ini adalah tempat yang tidak asing buatku, bahkan bisa dibilang begitu akrab. Selama Desember 2015 hingga Januari 2016 yang lalu, aku pernah tinggal satu bulan di kabupaten ini, tepatnya di kecamatan Samigaluh. Saking akrabnya dengan lingkungan, kutu-kutu sapi dari ternak di sebelah rumah ikut tinggal di kulitku. Mereka bersemayam, bahkan beranak-pinak. Walaupun sakit ‘kudis’ akibat kutu sapi itu menyiksa, setidaknya itu jadi cerita yang selalu kukenang tiap kali mengingat nama kabupaten Kulonprogo.

Sebagai sebuah kabupaten paling barat di provinsi mungil D.I Yogyakarta, Kulonprogo mengusung slogan sebagai The Jewel of Java. Kok berani-beraninya kabupaten nan kecil ini mengklaim diri sebagai perhiasannya pulau Jawa? Tentu slogan ini tidak turun tiba-tiba dari langit. Nyatanya, Kulonprogo memang indah, bahkan amat indah. Selain pantai pasir hitam dan sawah nan hijau, perbukitan Menoreh turut memberi andil akan keindahan Kulonprogo. Di perbukitan yang menghampar hingga ke Magelang inilah ada beragam objek wisata mulai terbentuk. Lalu, dari objek wisata ini jugalah warga lokal belajar untuk memberdayakan diri.

Sebenarnya, ada banyak sekali air terjun dan objek wisata lain yang bisa dikunjungi di Kulonprogo. Tapi, berhubung waktu itu waktuku amat terbatas, jadi aku memprioritaskan untuk singgah ke tempat yang memang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Tidak sulit untuk menemukan Air Terjun Kembang Soka. Dari kota Jogja, tinggal mengikuti jalan ke arah Godean, kemudian lurus saja terus hingga melewati jembatan sungai Progo. Dari sini, kita akan tiba di perempatan Kenteng. Ambil jalan lurus ke arah kecamatan Girimulyo, dan sambil berkendara, jangan lupa memasang mata untuk melihat papan penunjuk arah.

Setelah motor yang kami kendarai meninggalkan wilayah Godean, hamparan sawah nan hijau mulai menghiasi pemandangan di sekeliling kami. Di mata pekerja kantoran sepertiku, warna hijau yang alami ini sungguh memanjakan dan mengobati mata yang sehari-harinya hanya menatap layar komputer.

Selepas perempatan Kenteng, area persawahan tadi berganti menjadi jalanan berkelok yang menembus bukit. Di etape ini, pastikan sepeda motor yang dikendarai dalam kondisi prima karena tanjakan dan turunan yang harus dilewati amat curam. Jalanan curam ini akan lebih berbahaya lagi apabila hujan turun. Jadi setiap pengemudi harus benar-benar waspada.

Setelah melewati jalanan yang menikung dan menanjak, papan penunjuk arah ke beragam objek wisata mulai bermunculan. Ini adalah salah satu yang aku sukai dari Kulonprogo. Masyarakat bahu-membahu membangun citra pariwisata yang positif. Dengan papan kayu sederhana, mereka menghiasnya menjadi papan penunjuk objek wisata yang atraktif, yang membuat pengunjung merasa seolah-olah harus singgah walaupun bukan jadi tujuan utamanya.

Singkat cerita, tibalah kami di area parkir Kembang Soka yang lokasi persisnya berada di dusun Gunungkelir, Desa Jatimulyo, Kulonprogo, Yogyakarta. Berhubung hari itu masih pagi dan juga bulan Ramadhan, jadi tidak ada pengunjung yang datang. “Asik! Bisa jadi kolam pribadi nih,” kata temanku. Untuk retribusi, setiap orang dikenakan karcis masuk sebesar 5 ribu Rupiah, dan 2 ribu Rupiah untuk parkir. Harga karcisnya amat bersahabat. Dari parkiran menuju kolam utama, warga setempat telah menyiapkan jalan setapak yang rapi untuk dilalui. Tak perlu takut terpeleset ataupun jatuh jika berjalan di sini.

Trek menuju kolam utama yang dibuat warga dengan amat apik

Setibanya di kolam utama, aku bersama dua orang temanku tak kuasa menahan hasrat untuk segera menceburkan diri. Dalam hitungan menit, kami sudah berganti busana dan melompat ke dalam kolam. Byuuurrr! Segar luar biasa!

Air di Kembang Soka berwarna tosca karena bercampur dengan zat kapur dan mineral lainnya yang ada di kawasan perbukitan Menoreh. Walaupun warnanya tidak bening seperti kaca, tetapi jangan takut untuk berbasah-ria di sini. Kesegaran airnya sungguh terasa. Airnya murni mengalir dari mata air yang masih terjaga tanpa polusi. Selain di kolam utama, pengunjung bisa berjalan-jalan ke bagian atas yang berupa air terjun. Apabila musim kemarau, objek wisata ini aman dikunjungi. Tetapi, apabila musim hujan biasanya debit air akan meningkat drastis.

Air di kolam memiliki kedalaman 2-3 meter. Jadi, bagi pengunjung yang memang tidak bisa berenang sangat disarankan untuk menyewa fasilitas ban atau pelampung yang tersedia. Untuk satu ban, harganya adalah 5 ribu rupiah, sedangkan untuk pelampung harganya 10 ribu saja dan bisa dipakai sepuasnya sampai kulit mengkerut.

Tanpa terasa, kami menghabiskan waktu hampir 1,5 jam untuk bermandi ria di kolam. Saat kami beranjak naik, jari-jari di tanganku sudah mulai mengkerut dan badan menggigil, pertanda memang sudah saatnya untuk selesai.

Ketika hendak berganti baju, di sekitar kolam telah tersedia kamar bilas dan ganti yang dibangun menggunakan bilik kayu sederhana. Sewaktu aku mengganti baju, tidak dikenakan biaya, mungkin karena hari itu sangat sepi. Kemudian, sambil menikmati suara gemericik air, aku menyeruput segelas teh manis panas.

Ahh, matur nuwun sanget Gusti, gumamku.

Perjalanan hari itu sungguh menyegarkan. Rasa lelah sepanjang perjalanan dari Jakarta ke Jogja terbayar lunas dengan basuhan air di Kembang Soka. Jika di lain waktu aku punya kesempatan untuk kembali lagi ke Jogja, tentu akan kuboyong teman-teman, keluarga, pacar, ataupun anak-cucu untuk mandi ke tempat ini. Semoga tempat ini tetap lestari!

Iklan

2 thoughts on “Air Terjun Kembang Soka: Sensasi Segarnya Mandi di Air Kapur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s