Menjajal Hidup ala Warga Komuter

“Di Jakarta mah kalaupun gaji lumayan, pengeluarannya juga gede bro!” kata temanku. Sejak kuliah di Jogja dulu, aku sudah tahu dan yakin benar kalau hidup di Jakarta itu tidak murah, apalagi jika dibandingkan dengan biaya hidup di Jogja yang hanya dengan modal selembar goceng bisa dapat sepiring nasi telur plus sayur dan minum. Tapi, apa daya, pada akhirnya pekerjaan harus membawaku hidup dan menjadi bagian dari metropolitan penopang jutaan jiwa lainnya.

Continue reading “Menjajal Hidup ala Warga Komuter”