Monthly Archives: Juli 2017

  Bus antar kota dalam propinsi di Sumatra benar-benar menguras tenaga dan emosi. Tanpa AC, asap rokok yang mengepul, plus supir yang ugal-ugalan melebihi supir bus Sumber Kencono membuat perutku serasa diaduk. Seketika benakku terbang ke Jawa. Coba ada kereta api di sini, atau bis ac deh, gumamku dalam hati. Hari itu, kami harus kembali berdesakan di dalam kendaraan minibus demi sebuah tujuan yang amat kami nantikan, Pulau Samosir, yang dijuluki sebagai… Baca Selengkapnya

  Sewaktu masih mengerjakan skripsi dulu, salah satu kegiatan yang paling kusuka adalah mencari inspirasi. Alih-alih mencari inspirasi di layar komputer atau perpustakaan, aku lebih suka mencarinya di dalam keheningan. Maka, pergilah aku mencari tempat-tempat yang sepi untuk sekadar duduk atau membaca buku.

  Sewaktu kecil dulu, badanku kurus kering karena susah makan. Badanku hanyalah tulang yang berbalut kulit, nyaris tanpa daging. Untuk menggenjot berat badanku, segala cara dilakukan ibuku untuk membuatku mau makan walaupun hanya sesuap. Mulai dari memaksaku minum susu dan vitamin, hingga mengajakku jalan-jalan.

  Hujan abu menyambut kami di Berastagi. Langit berwarna kelabu. Suasana kota terlihat muram dan orang-orang di jalan hampir semuanya mengenakan masker. Sehari sebelumnya, Gunung Sinabung kembali muntah-muntah. Kali ini muntahannya yang berupa abu halus terjatuh hingga ke tengah kota Berastagi. Perasaan kami seketika was-was, jika besok cuaca tidak membaik, mungkin kami harus mengurungkan niat untuk mendaki ke puncak Sibayak.

Kepalaku pening menatap layar laptop berjam-jam. Bokongku rasanya sudah menempel sempurna dengan kursi. Dari langit terang sampai gelap, tulisan-tulisan tidak pernah habis untuk diedit. Rutinitas edit-mengedit ini sepintas terlihat mudah. Editor kerjanya duduk dan memelototi deretan kata, lengkap dengan tanda bacanya.

  “Maaf mas, tiket kereta wisatanya sudah habis,” kata mbak penjaga loket. Sedikit kecewa, coba tadi kami datang lebih cepat sedikit, mungkin saja kami masih bisa mendapatkan dua lembar tiket untuk perjalanan melintasi jalur tua yang kami nanti-nantikan ini. Tapi, karena sudah terlanjur tiba, kami tetap masuk ke dalam stasiun walau tidak jadi berangkat.