Monthly Archives: Mei 2017

  Etape ketiga. Kami berpindah menuju provinsi paling barat di Nusantara. Aceh masih menjadi misteri bagi kami yang belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di tanahnya. Tapi, misteri itulah yang menjadi magnet, menarik kami untuk hadir dan merasakan langsung nuansa kehidupan di bawah naungan hukum syariat.

Mobil elf renta yang membawa kami bergoyang-goyang tidak karuan di sepanjang jalan menuju Bukit Lawang. Lubang-lubang yang menganga itu menjadikan perjalanan ini jauh dari kata nyaman. Asap rokok penumpang pria turut berpadu dengan udara panas. Sungguh, lima jam perjalanan itu amat menyiksa.

  Wajah-wajah mereka tampak sayu. Senyum getir tersungging di bibir mereka. Aku tak paham bagaimana sesungguhnya perasaan mereka. Kontras dengan tubuh mereka yang kecil, perut mereka kian membesar. Di usia yang masih belia, mereka telah kehilangan sukacita masa remaja dan berganti status menjadi seorang ibu.

Dua puluh satu tahun hidup di tanah Jawa membuat saya bertanya-tanya: seperti apa sih Sumatra itu? Yang saya tahu, dulu Kerajaan Sriwijaya pernah berdiri di sana, dan sekarang nama Sumatra sering disebut kalau bencana kabut asap terjadi. Selebihnya, saya tidak tahu apa-apa tentang pulau nan besar ini sampai akhirnya di bulan Juni 2015, tanpa pengalaman apa pun, saya tiba di Sumatra untuk sebuah perjalanan panjang selama 29 malam

Kami terjebak hujan di tengah belantara Salak, hanya berdua. Seraya menuruni trek terjal berbatu, terbersit di ingatan kami tentang cerita-cerita mistis yang konon katanya menyelubungi gunung ini. Kami harus tetap fokus karena tepat di sebelah kanan kami ada jurang yang dalam, sedangkan di kiri tersaji tebing-tebing cadas. Kesalahan sedikit saja bisa membuat kami tamat hari itu.

Tak lengkap rasanya jika bicara tentang Jogja tanpa menyebut angkringan di dalamnya. Ibarat sayuran tanpa garam, Jogja tanpa angkringan adalah kota yang hambar, kurang nikmat untuk dikenang. Dari gerobak angkringanlah kita dapat menyaksikan dan mengalami sendiri apa yang disebut oleh banyak orang tentang kesederhanaan dan kebersahajaan Jogja yang memikat.