Tempat Terbaik Nikmati Hujan

Banyak cara menikmati hujan. Ada yang menganggapnya sebagai penganggu aktivitas. Mau kemana-mana susah, ada pula yang menganggap hujan sebagai suatu berkah. Aku sendiri sangat suka dengan musim hujan. Setiap kali hujan datang, memang seringkali ia menganggu, tapi lebih dari itu, hujan selalu membawa sensasi. Ya, sensasi untuk rileks, merenung, juga syahdu.

Ketimbang menggerutu karena hujan yang tak kunjung reda dan mengurung diri di rumah, ada banyak yang bisa kita lakukan tentunya. Paling sederhana adalah kelonan, juga bermalas-malasan sambil menyeruput minuman panas. Tapi, tak kalah menarik adalah pergi ke tempat-tempat yang tenang dan merasakan sensasi hujan lebih dalam.

  1.   Pondok Kopi Umbul Sidomukti 

Menyeruput kopi di rumah memang nikmat, tapi jauh lebih nikmat minum kopi di ketinggian sambil menatap bukit-bukit. Pondok Kopi Sidomukti berlokasi di Bandungan, Jawa Tengah. Dari Jogja, akses paling mudah adalah melewati Ambarawa kemudian menuju Bandungan, atau bisa juga melewati rute Temanggung-Sumowono.

Apa sih yang unik dari pondok kopi Sidomukti? Pertama, adalah lokasi yang berada di atas bukit. Otomatis, udara di sini sejuk, apalagi jika hujan turun maka akan bertambah dingin. Seraya menyeruput kopi, pemandangan bukit-bukit menghijau jadi suguhan yang menarik. Ketika hujan mulai reda, awan hitam pekat perlahan tergantikan oleh halimun yang menggantung di antara bukit-bukit. Jadi, minum kopi di sini seperti berada di Negeri Atas Awan.

sidomukti
Pemandangan dari Pondok Kopi
  1. Deles Indah, Klaten 

Deles Indah adalah sebuah tempat wisata mirip Kaliurang yang berlokasi di lereng Merapi sisi Klaten. Penasaran akan nama “indah” yang terselip di belakang nama Deles, bersama rekan kami berkendara menuju lokasi. Jalanan menuju Deles dipenuhi lubang akibat lalu lalang truk pasir.

Sedikit kecewa karena kenyataannya lokasi Deles tidak terlalu indah, walau memang cukup adem buat menyegarkan pikiran. Tapi, jangan kecewa dulu karena terdapat warung penjaja Indomie yang buka di pinggiran tebing. Hujan ditambah dengan indomie rebus adalah kesempurnaan sejati. Jadi, tak ada salahnya menambah pengalaman hidup dengan makan indomie di lereng Merapi saat hujan.

img_3766
Deles Indah yang tak terlalu Indah

 

  1. Candi Ijo 

Biasanya orang akan ke candi saat cuaca cerah untuk berfoto atau menikmati sunset. Candi Ijo adalah candi yang berlokasi di tenggara Prambanan, menaiki jalanan menanjak sekitar 2 kilometer dari jalan utama Prambanan – Piyungan. Candi yang dikelola oleh pemerintah ini tidak memungut tiket masuk kepada pengunjung, alhasil ramai dikunjungi wisatawan.

Jika pada cuaca cerah candi Ijo banyak  didatangi pengunjung, kala hujan jumlah pengunjung menurun. Ada yang berbeda ketika mengunjungi Candi Ijo saat hujan, yaitu suasana sepi segera menyergap. Buatku sendiri, rasa sepi ini sungguh nikmat, seolah kita dibawa kembali masuk ke abad silam ketika Candi masih dipenuhi aroma dupa.

ijo2

  1. Telaga Warna, Dieng 

Hujan di Dieng memang istimewa. Jika di kondisi cerah saja suhu udara sudah dingin, ditambah dengan hujan maka suhu menjadi super dingin. Tapi, dingin bukan berarti melunturkan pesona Dieng, malah semakin memperkuat. Di tengah dekapan udara dingin khas Dieng, menaiki Batu Cinta di atas bukit Telaga Warna bisa jadi petualangan sendiri.

Jika biasanya bukit ini selalu ramai, kala hujan pengunjung lebih sedikit.Namun bisa jadi sial kalau hujannya ternyata membawa awan tebal. Jika beruntung, kabut-kabut tipis akan menghiasi permukaan danau sehingga lebih menawan.

Dieng.jpg
Telaga warna seusai hujan
  1. Air Panas Sumber Alam, Cipanas, Garut 

Berbelok sedikit ke provinsi tetangga, Jawa Barat, tepatnya di Garut tersedia aliran air panas alami yang menjadi primadona. Aliran air panas yang berasal dari gunung berapi menjadikan Cipanas sebagai destinasi utama di kota Garut. Ada banyak tempat yang menyediakan kolam air panas dengan beragam fasilitas. Dari kamar rendam pribadi hingga waterboom semua tersedia. garut2.jpg

Berdasarkan pengalaman saya sebagai penulis, tempat yang recommended adalah Sumber Alam. Empat tahun lalu masuk ke Sumber Alam cukup membayar tiket Rp 15.000,- dan gratis minuman teh. Kolamnya besar, airnya panas, bersih dan tak banyak pengunjung adalah nilai lebih dari Sumber Alam, juga harganya yang terjangkau.

Terbayang kan nikmatnya berendam air panas saat hujan?

garut.jpg

  1. Gunung Puntang

Masih di Jawa Barat, lebih ke barat lagi kita berjumpa dengan Gunung Puntang. Kawasan Gunung Puntang dulunya adalah kompleks radio yang dibangun pada era Belanda dan memainkan sejarah penting pada masa agresi militer juga Bandung Lautan Api.

Di dekat reruntuhan kantor radio tersebut terdapat camping ground yang dikelilingi hutan pinus dan sebuah kolam besar berbentuk hati yang dijuluki kolam cinta. Tak hanya pinus, terdapat juga sungai nan jernih yang kerap dijadikan wahana bermain. Namun, kala hujan tidak diperkenankan turun ke sungai karena bahaya banjir bandang.

puntang1.jpg
Puntang, Jawa Barat
  1. Sibayak Hot Spring

Lebih jauh lagi ke pulau Sumatra, tepatnya di Berastagi terdapat sumber air panas alami yang tak kalah dengan Cipanas. Waktu itu bersama rekan dari Jerman, kami berendam sambil ditemani gerimis dan hanya membayar Rp 3.000,-

Air panas di Sibayak Hot Spring berwarna hijau keruh karena mengandung banyak mineral, juga belerang dan dipercaya sarat khasiat.

sibayak.jpg
Kolam serasa pribadi
  1. Rumah Simbah
IMG_2032.jpg
Rumah Simbah Ngatilah, Samigaluh, Kulonprogo

Urutan terakhir paling nikmat adalah rumah Simbah yang berada di perbukitan Menoreh, Jawa Tengah. Rumah simbah tak memiliki tetangga dan dikelilingi oleh pepohonan lebat sehingga suasana sangat sepi. Berada di ketinggian membuat rumah Simbah jarang luput dari hujan yang membuat aku dan seisi rumah malas gerak.

 

Ketika hujan datang, yang kami lakukan adalah menyeruput teh panas, juga memasak kudapan ringan untuk teman mengobrol. Semua dilakukan dengan sederhana, menggunakan pisang yang dipetik sendiri dari kebun dan dimasak di sebuah tungku kayu.

Ah, hujan hadir bukan untuk menganggu, tapi memberi makna lebih buat kita.

Selamat menunggu hujan, kawan.

simbah2.jpg
Pisang goreng dulu, kak!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s