Lulus Kuliah, Cari Kerja apa Cari Kaya?

Ketika semester semakin senja, “kapan lulus” dan “terus mau ngapain?” menjadi semakin sering dilontarkan, terutama oleh keluarga dan kerabat. Well, sehabis bangku kuliah jalan hidup akan lebih menantang. Jika sepanjang sekolah hingga kuliah urusan finansial masih banyak disupport oleh orangtua, kini selepas lulus bantuan biaya tersebut harus segera diputus.

Setiap kali bertemu teman, diskusi yang semula hanya diskusi ringan mendadak berat ketika bertanya tentang rencana di masa depan. Respon setiap teman unik dan berbeda. Ada yang sudah mantap yakin dengan masa depannya, ada yang pasrah namun ada juga bingung. Respon manakah yang tepat dan paling baik? Jawabannya tergantung dari kesiapan diri masing-masing.

Pasrah, bingung ataupun yakin semuanya adalah respon yang wajar. Tapi, ada satu hal yang biasanya menjadi penambah panik, yaitu persoalan kerja. Tak bisa dipungkiri kalau tuntutan hidup semakin berat dari waktu ke waktu. Saat kuliah saja untuk ngeprint berkas revisi skripsi sudah kempat-kempot, apalagi nanti kalau harus bayar cicilan ini itu dengan gaji pas-pasan.

Jujur, aku sendiri pun seringkali bingung dengan apa yang akan terjadi nanti selepas lulus. Namun, aku menilik kembali ke dalam diriku, apakah aku bekerja untuk sekedar menjadi kaya secara materi atau aku memang cari pekerjaan yang menghidupi jiwa bukan sekedar kantong? Yap, aku sangat membutuhkan uang untuk kelangsungan hidup. Usaha orangtuaku sebagai penjual makanan kaki lima tak lagi mujur seperti dahulu, pun mereka sudah semakin renta untuk berjerih lelah. Kini tiba giliranku sebagai yang paling bontot untuk balik berkarya bagi mereka.

Sembari bekerja secara part time, aku menemukan jawaban untuk diriku sendiri. Jika aku bekerja dan terobsesi untuk sekedar menjadi kaya, tandanya aku egois. Kenapa? Tak semua kaya itu jahat loh! Yes, jelas itu, jika dari kekayaan kita malah bisa berderma tentu itu lebih baik. Tapi, gambaranku soal menjadi kaya pernah salah. Gambaranku saat itu, kaya adalah ketika semua gaya hidup dan keinginanku terpenuhi.

Permasalahannya, keinginan manusia adalah tak terbatas. Jika terus menerus berupaya memenuhi gengsi, tentu akan terasa berat. Ada rekan yang panik, selidik demi selidik ternyata setiap harinya ia bergaya hidup lumayan mewah untuk ukuran mahasiswa. Setiap kali makan harus di restoran, belum ditambah biaya nongkrong dan belanja, alhasil pengeluarannya per bulan melejit hingga angka hampir tiga juta, itu pun belum ditambah dengan uang kost dan uang kuliahnya yang masih dibiayai orang tua. Dengan pengeluaran tanpa bekerja sebanyak itu, tentulah ia panik apabila nanti bekerja gajinya tidak sebesar uang jajannya dulu.

Adalah benar sebuah pepatah mengatakan, “Orang yang kaya adalah orang yang merasa cukup.”  Mensyukuri apa yang kita miliki adalah lebih menenangkan jiwa ketimbang memaksakan untuk memiliki apa yang tidak kita punya.

Dan, ada satu kalimat penenang jiwa, terutama untuk rekan-rekan seperjuangan yang juga bingung,

barangsiapa setia dalam perkara kecil, ia juga setia dalam perkara besar” 

Aku percaya bahwa alam semesta memiliki rutenya tersendiri. Orang yang setia dan bertanggung jawab dengan apa yang ada padanya sekarang kelak akan mendapat bagiannya. Orang yang serius saat kuliah pasti akan mendapat bagiannya, entah dapat kerjaan atau buka usaha. Orang yang drop out tapi memiliki passion tentu pula akan sukses, layaknya sejarah telah mencatat seorang Bill Gates dan saksi sukses lainnya.

Permasalahannya, jika sekarang malas, malas kuliah, malas berpikir dan malas berkarya, mau jadi apa? Ya nggak jadi apa-apa!

 

Jogja, 18 Agustus 2016

Iklan

One thought on “Lulus Kuliah, Cari Kerja apa Cari Kaya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s