Yang Tak Hilang Selepas Masa SMA

Berteman selagi bersama memang indah, tapi jauh lebih indah dan teruji ketika tetap berteman sekalipun jarak memisahkan, waktu menjauhkan dan kesibukan mendera.

 Ada banyak cara tentang bagaimana seseorang bisa berteman dan memaknai pertemanan itu. Ada yang berteman karena memiliki hobi yang sama, musuh yang sama, atau banyak kesamaan lainnya. Ada pula pertemanan yang terjalin kuat karena banyak perbedaan. SImpul-simpul perbedaan yang akhirnya membentuk kombinasi yang indah.

Setelah lenyapnya status sebagai siswa SMA pada tahun 2012, kami berpencar ke berbagai perguruan tinggi juga kesibukan. Berbekal harapan untuk bisa meraih sukses, masing-masing kami mengambil jalan hidupnya sendiri-sendiri. Ada yang memilih menetap di Bandung juga ada yang merantau.

Kini, empat tahun selepas perpisahan itu ada pertemuan kembali yang kami gagas untuk menghangatkan kembali tali pertemanan yang telah dibangun. Dahulu, kami merayakan kelulusan SMA dengan camping, dan kini kami pun melakukan hal serupa untuk merayakan kelulusan beberapa rekan yang telah sah menjadi sarjana.

—————————————————————————–

Bandung kala subuh masih menyimpan dingin layaknya kulkas. Kabut tipis masih enggan pergi meskipun mentari perlahan hadir dan menerangi bumi. Pagi itu jadi pagi yang bersemangat untuk kami berduabelas karena rencana camping yang dikhawatirkan sebatas wacana kini menjadi nyata!

Camping bagi kami adalah moment yang super istimewa. Empat tahun lalu ketika sebagian teman-teman merayakan kelulusan dengan pergi ke Bali, kami tak memiliki cukup uang untuk pergi kesana. Dengan budget seadanya, kami menggagas acara camping yang waktu itu digelar di sebuah camping ground Capolaga, di lereng utara Tangkuban Parahu.

camping2
Hutan Pinus

Camping kali ini lumayan berbeda. Jika dahulu camping tidak perlu hiking, kali ini ada usaha sedikit untuk berjalan selama tiga jam menuju gunung Putri. Trek yang kami lalui bermula dari Hutan Jayagiri, Lembang, kemudian berjalan kami sejauh 4 Kilometer sampai di puncak Gunung Putri.

Di bawah naungan hutan pinus, langkah kami berpacu dengan trek yang menanjak. Bagi yang suka naik gunung, trek Jayagiri adalah trek biasa, tapi bagi yang belum pernah naik gunung, trek Jayagiri ini bisa dianggap sebagai neraka. “Udah 500 meter belum sih?!”, “Udah deket ya?””Udah, camping disini aja!” celetuk Larissa, yang baru pertama kali ikut camping.

Nasi Liwet, Belalang sampai Cerita Malam

Berada di alam jadi kenikmatan tersendiri. Pertama, uang tak perlu keluar banyak. Kedua, suasana bisa lebih akrab karena tak ada listrik dan sinyal yang membuat orang tak usil dengan smartphone.

20160704_162144
Belalang Goreng

Siang hari kami buka dengan memasak nasi liwet sederhana yang dibarengi dengan belalang goring tangkapan sendiri. Makanan istimewa ini dimasak oleh Dewi, rekan kami yang memang piawai sejak zaman SMA untuk memasak. Hanya saja, di camping ini, Dewi yang dahulu tomboy kini jadi lebih feminim dengan rambut panjang yang terurai.

Tak ada orang lain selain kami berdua belas di hutan. Sementara para lelaki membangun tenda, menyiapkan kayu api unggun, para perempuan bersiap memasak, juga ada yang mencari belalang untuk dijadikan camilan.

camping3
Liwet Spesial ala Chef Dewi

Ada yang tak pernah hilang dari kebersamaan kami sekalipun waktu empat tahun telah terlalui. Ada yang dahulu playboy, hingga kini tetaplah playboy! Bedanya, kini dia lebih selektif berpacaran karena memikirkan soal biaya resepsi. Ada pula yang dulu kalau bercanda selalu garing, dan kini tetap garing. Bedanya, kini si garing ini ternyata diberikan kesempatan untuk menjadi pahlawan tanpa jasa alias guru.

Terlepas dari segala sifat dan karakter yang dimiliki oleh masing-masing kami, ada satu hal yang tak pernah lepas dari sejak masa SMA berlalu, yaitu……

KEBERSAMAAN…

Kebersamaan yang tetap terjalin. Tahun demi tahun yang berlalu memang membuat semuanya menjadi renggang. Tapi, satu hal yang utama adalah pertemanan adalah soal kualitas, bukan tentang kuantitas. Jika pertemanan didasarkan pada frekuensi bertemu atau main bersama, tentu tak akan bertahan lama karena setiap orang memiliki kesibukan tersendiri.

Secara waktu kami hampir tidak pernah bertemu, sekalipun itu via chat di media sosial. Kini, ada sebagian kami yang telah bekerja, sedang mencari kerja dan sedang mengerjakan tugas akhir. Ada satu sukacita ketika salah satu diantara kami mendapatkan pekerjaan. Alih-alih menjadi sedih karena teman kami sukses duluan, kami merasakan sukacita mendalam ketika ada teman yang meraih suksesnya.

Kebersamaan yang baik adalah kebersamaan yang turut merasakan sukacita ketika temannya senang, juga sedih ketika temannya sedih, bukan sebaliknya. Juga, hal paling berharga untuk dibagikan bukanlah benda, melainkan sebuah cerita. Cerita tentang perjalanan hidup kita masing-masing yang memperkaya inspirasi untuk teman-teman.

Well, gathered for once and scattered for a life time. Dikumpulkan sesaat untuk dipencar selamanya. Selamat kawan! Selamat memasuki perjalanan lebih dalam, kelak kalau ada sumur di ladang kita kan jumpa lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s